Sukses

Alasan Lingua Tak Sentuh Lagu Yovie Widianto di Akhir 1990-an

Liputan6.com, Jakarta - Tentunya bagi mereka yang sudah mengalami era 1990-an sangat mengenal Lingua. Trio yang terdiri dari Frans Mohede, Amara, dan Arie Widiawan ini sempat menelurkan hits single "Bila Kuingat" dan "Bintang". Sayangnya setelah merilis album kedua pada 1998, Lingua vakum lebih dari satu dekade.

Belakangan, setelah 16 tahun berlalu, pada 2016 Lingua merilis album ketiga berjudul Mampu Bertahan. Setahun kemudian, tepatnya tahun ini, Lingua kembali merilis lagu bertajuk "Arti Sebuah Keangkuhan". Uniknya lagu tersebut merupakan materi lama ciptaan Yovie Widianto untuk album kedua Lingua yang tak dipakai dan malah diberikan kepada penyanyi wanita selama trio ini vakum.

Pencipta lagu sekaligus pemain keyboard dan piano band Kahitna, Yovie Widianto (Liputan6.com/Faizal Fanani)

"Arti Sebuah Keangkuhan" atau yang kerap disingkat "ASK" ini, merupakan buah aransemen Asta RAN dan Handy Soulvibe. Frans mengaku bahwa hanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan mengerjakannya hingga selesai.

"Kami nggak ngasih deadline, dibawa santai jadinya cepat. Lagunya aslinya slow banget, tapi temponya dicepatin sedikit. Segar dalam artian aransemennya pakai sound sekarang," terang Amara kepada Liputan6.com di SCTV Tower, Jakarta baru-baru ini.

Frans pun membeberkan alasan dirinya dan dua rekannya di Lingua mengajak Asta dan Handy. "Biar bisa tukar pikiran sama mereka karena mareka masih aktif. Musik tetap pop tapi ornamen sound-nya dengan gaya sekarang," katanya.

 

 

 

 

 

 

1 dari 4 halaman

Setelah 16 Tahun

Arti keangkuhan sendiri aslinya diciptakan pada tahun 1997 oleh Yovie sebagai lagu pengisi album kedua Lingua. Lagu tersebut pun tak jadi dipakai dan Lingua memilih "Bintang" sebagai lagu hits yang juga menjadi judul album kedua mereka di tahun 1998.

Setelah 16 tahun berlalu, mereka dengan semangat baru merilis album Mampu Bertahan. Terpikir untuk membuat single, Amara pun teringat dengan lagu "Arti Sebuah Keangkuhan". Frans dan kawan-kawan lalu menghubungi Yovie untuk merekam lagu tersebut sebagai single yang disambut baik oleh sang komposer.

"Selama kami vakum lama, tahun 2005 ada penyanyi wanita. Yovie ngasih lagu itu. Begitu sekarang ada ide mau bikin single, Amara ingat ada lagu itu. Pas telepon Yovie, boleh tidak dinyanyiin lagi, dia oke saja. Tapi dia nggak bisa buat lagunya karena kesibukannya yang padat, sampai dipilihlah Asta dan Handy, cocok ternyata. Mereka bilang lagunya asyik. Kami serahkan ke mereka saja aransemennya dengan sentuhan groove," Frans bercerita lebih jauh.

2 dari 4 halaman

Alasan

Salah satu misteri yang menghinggap dalam lagu ini adalah keputusan Lingua untuk tidak menggunakan "Arti Sebuah Keangkuhan" pada hampir dua dekade lalu sampai harus dipopulerkan pertama kali oleh penyanyi lain. Mereka pun menceritakan alasannya.

"Karena kami vakum juga, tadinya buat album kedua. Ada beberapa pilihan yang membingungkan, akhirnya kami pilih untuk album kedua itu 'Bintang' dan Yovie juga menyarankan itu. Ya sudah untuk album ketiga saja, ternyata kami malah vakum," Amara dan Frans menceritakan secara bergantian.

"Bisa jadi tadinya mau jadi album ketiga, tapi kami nggak menyangka album ketiga 16 tahun kemudian," timpal Arie.

Frans pun tak lama menceritakan lebih rinci alasannya. "Kenapa nggak dimasukin? Karena kebetulan memang perbendaharaan lagunya untuk album kedua sudah cukup. Kami berpikir sudah sempat kelewat juga 'Arti Sebuah Kehidupan'. Ntar dulu deh, sayang daripada dipaksa-paksain masuk. Karena ada beberapa lagu yang memang kami mau naikin. Akhirnya, kejadiannya malah jadi single spin-off album ketiga kemarin," kata Frans.

3 dari 4 halaman

Label Sendiri

Lingua kini telah memiliki label rekaman sendiri yang diberi nama Lingua Music. Mereka memiliki program untuk merilis satu single setiap empat atau lima bulan sekali. Mereka pun mengaku saat ini sedang memikirkan single selanjutnya.

"Sudah pilih orang yang diajak kerjasama, lagunya, mungkin selama promo mulai mengerjakan single berikutnya. Mungkin nanti setelah terkumpul, delapan sampai 10 lagu, rencana mau dikumpulin satu album," ujar Frans.

Artikel Selanjutnya
Back Story Music Concert 2018 Jadi Ajang Reuni Musikus 80-an
Artikel Selanjutnya
Bareng Fitri Carlina, Velline Ratu Begal Masuk Album Kompilasi