Sukses

Jumanji Welcome to the Jungle, Daur Ulang ala ABG Kekinian

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang hidupnya, mendiang Robin Williams punya barisan film sukses yang dikenang para penggemarnya. Salah satunya adalah Jumanji yang rilis tahun 1995. Aslinya, ini adalah film adaptasi dari buku anak-anak berjudul sama dari penulis Amerika bernama Chris Van Allsburg.

Kini film tersebut diangkat kembali ke layar lebar dengan judul Jumanji Welcome to the Jungle dan dibintangi aktor-aktor populer masa kini. Mulai dari Dwayne ‘The Rock’ Johnson, Jack Black, Karen Gillan, dan Kevin Hart. Lewat  dua dekade, tentu saja permainan berbentuk board game ala Jumanji perdana sudah ketinggalan zaman. Ini pula yang langsung dinyatakan di awal film.

Tapi jangan khawatir, tak sampai sepuluh menit durasi film berjalan, papan permainan Jumanji tiba-tiba berubah bentuk: sebagai permainan dalam konsol game.

Film Jumanji sendiri dibintag oleh Dwayne Johnson, Jack Black, Karen Gillan dan juga Kevin Hart. (TRISTAR PICTURES)

 

Di tahun 1996, seorang remaja memainkan permainan Jumanji secara tak sengaja. Ia, lantas terisap ke dalam permainan dan tak pernah terlihat lagi. Dua dekade kemudian, konsol game tersebut lantas ditemukan secara tak sengaja dan dimainkan oleh empat siswa SMA yang tengah menjalani hukuman.

Sudah bisa ditebak, mereka juga terisap ke dalam game. Di dunia Jumanji, keempat remaja ini berubah bentuk sesuai dengan avatar yang mereka pilih di awal permainan.

Si kutu buku Spencer berubah menjadi petualang berotot kawat tulang besi yang punya tatapan menggoda (The Rock). Sebaliknya, Fridge yang berbadan besar kini menjadi seorang ahli zoologi bertubuh lemah (Kevin Hart).

Sialnya, jika mereka gagal untuk keluar, keempatnya bisa terus menerus tinggal di dalam permainan tersebut selamanya. (movieweb)

Cewek dengan pikiran sinis Martha, berubah menjadi wanita petarung nan seksi (Karen Gillan). Sementara si cewek populer Bethany malah menjadi seorang pria ahli peta berbadan tambun (Jack Black).

Hanya ada satu jalan untuk bisa kembali ke dunia mereka, yakni menyelesaikan permainan Jumanji. Yakni, mengembalikan sebuah batu permata ke sebuah bukit berbentuk harimau. Hanya saja, seorang penjahat keji, Van Pelt (Bobby Cannavale), mengincar permata tersebut.

 

1 dari 3 halaman

Jauh Berbeda dari Aslinya

Rasanya tak perlu terlalu banyak membandingkan Jumanji versi 1995 dengan yang kini muncul. Bila versi sebelumnya—yang dibintangi oleh Kirsten Dunst cilik—lebih didesain sebagai film anak dan keluarga, Jumanji yang terbaru lebih dikondisikan sebagai film untuk remaja dan penonton yang usianya lebih tua.

Lihat saja, para karakter di film ini menggambarkan stereotip sosok ‘ABG zaman now’, mulai dari yang keranjingan media sosial sampai yang sinis dalam memandang berbagai hal.

Salah satu yang kena dampaknya, adalah humor yang dimasukkan ke dalam film ini. Selain sejumlah humor slapstick, banyak juga guyonan ‘nakal’ di dalamnya. Contohnya saja reaksi Bethany yang menyadari bahwa ia kini memiliki Mr P—humor yang mungkin membuat penonton teringat dengan konsep ‘penis envy’ dari Sigmund Freud.

2 dari 3 halaman

Performa Prima Para Bintang

Dari segi cerita, Jumanji memang bisa dibilang terlalu dangkal. Misalnya saja tak ada penjelasan mengenai asal muasal Jumanji, atau bahkan tentang kekuatan asli permata yang diperebutkan. Van Pelt bahkan masih bisa menguasai hewan-hewan di Jumanji tanpa permata tersebut.

Sementara cerita perkawanan keempat tokoh remaja dalam film ini, juga tak terasa terlalu orisinal—sedikit banyak mengingatkan pada film The Breakfast Club. Bahkan dalam sebuah wawancara dengan Vanity Fair, produser Jumanji, Matt Tolmach, mengaku memang menjadikan film remaja klasik ini sebagai salah satu patokan.

Yang menarik dari film ini, adalah performa para pemainnya. The Rock, nampaknya kian luwes memainkan karakter berpenampilan keren tapi berperilaku menggelikan. Begitu pun dengan Kevin Hart. Jack Black juga tak kalah, ia memainkan peran Bethany dengan porsi kemayu yang pas: mengocok perut, tapi tak berlebihan.

Jumanji rasa baru ini, memang masih mampu mengocok perut dan menghibur penonton dengan gayanya yang berbeda dari film versi 1995. Namun sepertinya, film versi baru ini akan susah menyaingi nama besar pendahulunya.

Artikel Selanjutnya
Transformers: The Last Knight Masuk Nominasi Film Terburuk
Artikel Selanjutnya
All The Money in the World, Drama dan Penculikan Menegangkan