Sukses

Dapat Desakan, Lorde Batalkan Konser di Israel

Liputan6.com, Los Angeles - Panasnya suhu politik antara Israel dan Palestina, terutama sejak Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, berpengaruh besar terhadap kegiatan para penyanyi. Salah satu yang terkena dampaknya adalah si cantik Lorde.

Lorde terpaksa harus membatalkan salah satu konsernya yang rencananya akan digelar di Tel Aviv, Israel. Pembatalan tersebut dilakukan kurang dari seminggu setelah pengumuman, seperti disampaikan oleh Ace Showbiz, Senin (25/12/2017).

Wajah Lorde tanpa makeup. (Sumber Foto: Seventeen.com)

Keputusan untuk membatalkan konser tersebut muncul setelah dua penulis dari Selandia Baru, Nadia Abu-Shahab dan Justine Sachs, menulis sebuah surat terbuka kepada Lorde yang berjudul "Dear Lorde, here's why we are urging you to boycott Israel" (Kepada Lorde, inilah mengapa kami mendesakmu untuk memboikot Israel).

Dalam surat tersebut, kedua penulis mencatat bahwa apabila Lorde jadi menggelar konser di Israel, maka ia akan memberikan pesan yang salah. Menurut mereka, jika sang penyanyi tampil di Tel Aviv, bakal ada kesan Lorde sedang memberi dukungan pada kebijakan pemerintah Israel, bahkan meskipun tidak mengomentari situasi politik.

 

 

1 dari 3 halaman

Membatalkan Konser

Menyusul surat tersebut, panitia mengumumkan bahwa penyanyi kelahiran Selandia Baru itu telah membatalkan konser yang seharusnya diadakan pada 5 Juni 2018 sebagai bagian dari tur dunianya.

Dikabarkan juga bahwa mereka yang sudah membeli tiket akan mendapatkan pengembalian dana dalam waktu 14 hari di waktu kerja. Lorde sendiri telah mengeluarkan sebuah pernyataan melalui panitia yang menjelaskan pembatalan ini.

2 dari 3 halaman

Pernyataan Lorde

Lorde menyatakan, "Setelah banyak berdiskusi dengan orang-orang yang memiliki banyak pandangan, dan menurutku keputusan yang tepat saat ini adalah membatalkan konser." Ia menambahkan, "Aku bangga menjadi seorang warga muda yang berpengetahuan luas, dan aku telah banyak membaca dan mencari banyak pendapat sebelum memutuskan untuk menggelar konser di Tel Aviv, tapi aku tidak terlalu bangga untuk mengakui bahwa aku tidak membuat panggilan yang tepat untuk yang satu ini."

Menyimpulkan pernyataannya, pelantun "Royals" itu mengungkapkan permintaan maafnya kepada para penggemar di Tel Aviv. "Mimpiku untuk mengunjungi bagian dunia yang indah ini selama bertahun-tahun, dan aku benar-benar meminta maaf untuk membalikkan komitmenku untuk datang bermain demi kalian. Aku berharap pada suatu hari kita semua dapat menari," katanya.

Artikel Selanjutnya
Wapres AS ke Yordania dan Israel, Isu Yerusalem Mendominasi?
Artikel Selanjutnya
20-1-1996: Yasser Arafat Terpilih sebagai Presiden Palestina