"Anak Sasada", Film Berbahasa Batak Toba

on May 25, 2011 at 14:44 WIB

Liputan6.com, Medan: Film berjudul Anak Sasada merupakan film pertama yang menggunakan bahasa Batak Toba, dalam format layar lebar yang mengisahkan tentang kemiskinan dan pendidikan orang di desa yang harus merantau ke kota.

"Para pemain film itu tidak seluruhnya berasal dari etnik Batak Toba. Tetapi ada juga suku Melayu, Jawa dan Simalungun," kata Thompson HS, penulis skenario film ini, Selasa (24/5).

Produser dan sutradara film tersebut adalah Pontianus Gea, pria seorang suku Nias yang pernah studi film di Italia selama dua tahun. Menjadi kejutan yang menarik, ketika seorang di luar suku Batak tertarik membuat film berbahasa Batak Toba, sekaligus membiayainya.

Dia menyebutkan, para pemain yang tidak seluruhnya orang Batak tersebut sangat tertarik untuk belajar bahasa Batak, dibantu penyelaras bahasa, Manguji Nababan, seorang Batakolog.

Rekomendasi lokasi syuting, lanjutnya, dilakukan atas kepercayaan produser, dengan total skenario yang murni menggunakan bahasa Batak Toba, meskipun dengan sedikit campuran dialek yang bisa ditemukan dalam percakapan orang Toba selama ini.

"Pembuatan film ini dibantu sejumlah kru orang Nias, yang pernah mengenyam pendidikan lebih maju, sebagai upaya adaptasi film berjudul Ono Sitefuyu yang meraih sukses di pasaran," katanya.

Pengambilan gambar tersebut dilakukan di Kota Balige dengan latar belakang kapal "paronan" (pedagang) dari Bakkara, 24 -26 Mei 2011. "Syuting terakhir akan dilengkapi diskusi dan pemutaran cuplikan film di SMU Negeri Plus Yayasan Soposurung Balige, 26 Juni 2011," kata Thompson.(ANT/YUS)
Suka artikel ini?

0 Comments