Lewat Djam Malam Kembali Hadir di Bioskop
Posted: 15/06/2012 17:01
Film ini ditayangkan kembali setelah melewati proses restorasi selama satu setengah tahun. Ini merupakan bagian dari pelestarian artefak film indonesia di tengah lemahnya sistem pengarsipan film indonesia.
Lewat Djam Malam mengisahkan situasi pascakemerdekaan saat tentara Belanda memberlakukan jam malam di kota Bandung. Film ini merupakan film pertama yang meraih penghargaan Festival Film Indonesia 1955. Sebelum kembali ke Indonesia, film ini diputar di Festival Film Cannes pada 17 Mei lalu dan terpilih dalam kategori World Classic Cinema.
Sebelum diputar kembali, film ini terlebih dulu melewati proses restorasi selama satu setengah tahun dengan menelan biaya sekitar Rp 2 miliar dibiayai Museum National of Singapura dan World Cinema Foundation yang didirikan sineas Martin Scorsese.
Upaya pelestarian kembali Lewat Djam Malam dilakukan justru di tengah memprihatinkkannya sistem pengarsipan film di Indonesia. Seperti terlihat di Sinematek Indonesia, proses pendokumentasian film-film Indonesia dilakukan dengan teknologi dan anggaran seadanya. Ketua Sinematek Berthy Ibrahim, "Kami tak diberi anggaran oleh pemerintah pusat."
Sementara itu, kalangan kritikus film menilai lemahnya sistem pengarsipan film Indonesia karena tidak adanya penghargaan terhadap karya anak-anak bangsa. Sungguh menjadi ironi ketika pihak asing justru lebih peduli terhadap arterfak film Indonesia. (YUS)

