Attack on Titan, Perlawanan Manusia Terhadap Para Raksasa

on

Seiring berjalannya waktu, perkembangan dunia manga dan anime terus berkembang. Dalam genre fantasi dan aksi, para mangaka pun semakin kreatif dalam mengembangkan ide dan konsep-konsepnya. Salah satu mangaka yang menciptakan cerita segar dalam karyanya adalah Hajime Isayama. Melalui 'Shingeki no Kyojin' atau yang populer sebagai 'Attack on Titan', Hajime sukses meramu unsur fantasi, horor dan tragedi di dalamnya.

Manga 'Attack on Titan' pertama kali terbit pada 2009 dan mendapat sambutan yang sangat meriah dari para pembaca. Bahkan, manga tersebut berhasil mendapat tempat tertinggi di Kodansha Manga Awards. Lalu pada 2013, dibuatkanlah versi anime yang langsung dilirik dan mendapat sambutan meriah oleh para penggemar. Pasalnya, dalam versi anime terdapat beberapa adegan tambahan yang makin menghidupkan nuansa komiknya.

Attack on Titan berkisah tentang dunia dimana manusia berlindung di balik tembok besar karena takut oleh serangan para raksasa yang mereka sebut Titan. Ukuran Titan bervariasi mulai dari yang setinggi 3 meter hingga belasan bahkan puluhan meter.

Para Titan memburu manusia tak lain adalah untuk dijadikan makanan oleh mereka. Teror berlangsung hingga akhirnya manusia pun membentuk pasukan berkemampuan tinggi dengan alat-alat khusus untuk memusnahkan Titan.

Diceritakan, terdapat seorang pemuda bernama Eren Yeager yang memiliki keberanian sangat tinggi di daerahnya. Bersama orang tua serta saudari angkatnya, Mikasa Ackerman, Eren bertahan hidup di balik tembok raksasa di daerah Shiganshina. Mereka memiliki teman yang cerdas bernama Armin Arlert. Ketiganya telah akrab sejak masih kecil dan selalu berkumpul di beberapa momen tertentu.

Pada suatu ketika, muncullah Titan setinggi 60 meter yang menghancurkan tembok raksasa saat mereka sedang bepergian. Celakanya, pecahan tembok yang masih berupa batu menghancurkan beberapa rumah yang berada tak jauh dari situ.

Merasa cemas dengan keadaan rumahnya, Eren pun bergegas pulang kembali karena ibunya masih berada di rumah. Dugaannya pun benar, rumah mereka menjadi korban benturan pecahan dinding raksasa.

Malangnya, ibu Elen yang sedang berada di rumah terjepit oleh reruntuhan fondasi. Eren dan Mikasa pun berusaha sebisa mungkin mengangkat puing-puing rumah supaya sang ibu terselamatkan.

Di saat yang genting, datanglah salah satu prajurit kerabat keluarga mereka, Hannes. Namun, sayangnya Hannes tak berani menghadapi Titan yang datang menghampiri rumah mereka.

Alhasil, Hannes pun malah berlari sambil menggendong Eren dan menarik Mikasa dengan meninggalkan sang ibu yang masih terjepit. Kejadian memilukan pun dilihat oleh Eren di depan matanya langsung. Sang ibu dimakan oleh Titan yang menghampiri mereka.

Dilanda kesedihan, Eren pun akhirnya memutuskan diri untuk ikut bergabung dengan pasukan pembasmi Titan demi memusnahkan para raksasa yang sudah terlanjur dibencinya itu. Bersama Mikasa dan Armin, Eren mengikuti ujian seleksi prajurit.

5 tahun berlalu, Mikasa menjadi calon prajurit yang paling diunggulkan di tempat pertama, sementara Eren menjadi yang ke-5. Armin tidak masuk 10 besar tetapi diakui menjadi yang paling cerdas.

Selesai mengikuti ujian, akhirnya mereka pun menghadapi suatu momen mendadak dimana para Titan muncul secara tiba-tiba di hadapan seluruh prajurit dan kembali menghancurkan tembok.

Rombongan Titan pun kembali masuk ke kota mereka singgah. Akhirnya, perlawanan para prajurit diuji hingga memakan banyak korban jiwa sampai suatu kejadian memilukan menimpa Eren saat akan menyelamatkan Armin. Namun, kejadian memilukan itu malah membuka suatu tabir baru dari cerita Attack on Titan.

Dengan ramuan yang minim humor namun sarat dengan unsur emosi, Attack on Titan memberi suatu warna tersendiri dalam hal pengembangan cerita yang sangat jarang ditemui di manga maupun anime lain.

Soundtrack Attack on Titan diisi oleh grup Linked Horizon dengan lagu 'Guren no Yumiya'. Lagu tersebut berhasil menduduki puncak peringkat single Oricon [baca: Linked Horizon Sukses Berkat Anime Attack on Titan].

Sayangnya, manga ini sempat mendapat kritik tajam dari para pembaca di Korea Selatan dikarenakan konsepnya yang terlalu bersifat militer. Bahkan, gara-gara salah satu karakternya mirip tokoh militer Jepang di perang dunia ke-2, Hajime Isayama sempat mendapat ancaman pembunuhan dari para pembaca Korea Selatan [baca: Pengarang Shingeki no Kyojin Dapat Ancaman Pembunuhan].(Rul)
Suka artikel ini?
Rully Riantrisnanto
Rully Riantrisnanto

  Full bio »

0 Comments